..Malam Berbintang..










Kerlip Sapa
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Kerlap-Kerlip
Semesta Lain
Serpihan Diri
Thursday, February 26, 2009
Rontgen TBC: Latihan Buat Suami?
Coba tanya saya soal hal-hal aneh di Belanda. Pasti saya bisa kasih banyak contoh. :-? Mulai dari cara nyuci piring orang Belanda yang bikin saya mengerutkan alis, sampai gaya supir bus Connexxion yang hobi banting stir di tikungan -- mirip abang-abang Patas 82.


Tapi, dari semua keanehan di negeri berangin ini, cuma satu yang bisa bikin saya kembang-kempis-muka-merah: Tes rutin TBC. :

Jadi ceritanya, semua imigran dari luar Eropa yang baru datang ke Belanda wajib ikut tes TBC. Tes rutin ini dilakukan tiap enam bulan sekali selama satu setengah tahun pertama. Jadi, total jendral, ada tiga rontgen TBC yang harus dilalui.

Dan, sumpah, saya sebeeel banget kalo jadwal rontgen sudah di depan mata. Bukan apa-apa, sebenarnya di-rontgen seminggu sekali juga saya rela, cumaaa masalahnyaaaa... tiap kali rontgen TBC, saya harus TELANJANG DADA! Iyaaa!!! SERIUSAN!! TELANJANG DADA!!! :-SS


General Check-up di Jakarta.
Jangan harap 'kostum' macam ini bisa Anda dapatkan di Belanda. [-X


Satu setengah tahun lalu, pertama kali menginjakkan kaki di GGD (Gemeentelijk gezondheidsdienst, semacam puskesmas) Leiden untuk tes TBC, saya digiring ke 'ruang buka baju' yang terletak di sebelah ruang foto rontgen. Di sana, sama sekali tak saya temukan kain biru penutup dada yang biasanya dipakai pasien di Rumah Sakit. :-/ Bingung, saya lalu bertanya pada ibu petugas, "Bu, kok nggak ada kain penutup, ya?!"
Jawaban si ibu: "Memang apa yang harus ditutupi?"
:-O *langsungpucatpasi*

Akhirnya, dua sesi tes TBC saya lewati sambil memamerkan dada di depan ibu petugas foto rontgen di GGD Leiden. #:-S

*****


Minggu lalu, surat terkutuk dari GGD datang lagi. Memberitakan jadwal foto rontgen selanjutnya: hari ini. Dan, pagi ini, sepanjang jalan menuju GGD, saya sudah 'sorak-sorak bergembira'. :D/ Ini tes TBC terakhir saya! Yeah! Setelah hari ini, saya tak perlu lagi memamerkan buah dada setiap enam bulan sekali di depan ibu petugas berwajah asem (Mungkin gara-gara kebanyakan liat dada sesama perempuan kali, ya!?). @-)

Nyatanya, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Telanjang-telanjang dahulu, tetap telanjang kemudian. *apa, sih!?* Saya ulang: nyatanya, wahai saudaraku!! Ibu petugas yang hobi cemberut itu hari ini absen. Sedang sakit (keracunan akibat terlalu banyak mengkonsumsi dada perempuan, mungkin!?). Dan, yang menggantikannya adalaaaahhhh... lelaki klimis berusia tiga puluhan. :((

Aaahhhh, Ayam Kecap!!! X(
Saya tiba-tiba merindukan si ibu foto rontgen. Sumpah, saya mendingan disuruh pulang ke Jakarta, trus makan nasi padang pake ikan kakap sampe kenyang, daripada disuruh telanjang dada di depan lelaki muda yang lumayan ganteng itu. Aaaarrrggghhh!!!

Namun, apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Saya sudah terlanjur duduk di ruang tunggu GGD, dan nggak mungkin tiba-tiba ngebatalin foto rontgen dengan alasan, "Hmmm, bisa ditunda nggak, Mas? Saya mau operasi payudara dulu." ;;)

Dengan dada berdebar, lutut lemas, dan wajah pucat pasi, saya melucuti diri. Lalu keluar dari ruang ganti, berjalan ke arah mesin foto rontgen. Telanjang dada. Di depan lelaki muda yang sama sekali asing.

Lima menit kemudian, saya sudah berada di jalan pulang. Tentu saja tak lagi telanjang dada -- jangan ngarep, deh. [-X Hehehe.... Masih dalam keadaan 'shock', saya menelepon Ibu. Menceritakan semuanya.

Di seberang sana, Ibu tenang-tenang saja. "Ahh, nggak papa. Tuh laki-laki dokter, kan?"
"Duuh, tapi kan tetep ajaa... malu," kilah saya.
Dan ibu saya yang metal itu kembali beraksi, "Ah, kamu! Gitu aja ribut! Nggak papa, itung-itung latian. Ntar juga kalo udah punya suami, kamu telanjang-telanjang juga."

Saya histeris.
Permisi, saya mau pingsan dulu.
cerita gadisbintang @ 9:57:00 PM  
12 Comments:
  • At Feb 27, 2009 2:36:00 AM, Blogger t.e.3.k.4 said…

    hmm iya yah,,
    kenapa sih Qt selalu 'rela' buat dokter cowo,,padahal kan itu aurat..
    hehehe
    ternyata reaksi ibu feba ga jauh ma ibu yah :D

     
  • At Feb 27, 2009 3:00:00 PM, Blogger bloggerbercerita said…

    cuek aja kali, mba... anggep2 kasi rejeki buat si dokter muda lumayan ganteng itu. hauauhauahahauhuahaua... *dipentung*

     
  • At Mar 1, 2009 3:35:00 AM, Blogger Ragil Cahya Maulana said…

    wah, jadi berasa bule belanda nih.

     
  • At Mar 2, 2009 3:54:00 AM, Blogger Ibeth said…

    Itu foto waktu rontgen di Jakarta? foto waktu rontgen di Belanda mana :p

    Si Ibu, cuek beibehhhh ya :)

     
  • At Mar 2, 2009 5:18:00 AM, Anonymous mila said…

    hihi.. ibunya feba bener banget. love her answer.. ibu yang kewl!!

     
  • At Mar 2, 2009 2:41:00 PM, Blogger gadisbintang said…

    tika: hahahaha.. gue bahkan belon sempet mikirin aurat. hahaha.. rasanya aneh aja gitu, telanjang2 gak jelas di depan lelaki. hahaha..

    ayu: kasih rezeki apa musibah? hahahaha..

    ragil: yaahh, seenggaknya, kalo ditanya, "pernah topless gak?" gue bisa jawab, "PERNAH DONG!" hahaha..

    ibeth: beneran mau? bener? yakin? ntar pingsan lagi! hahaha..

    mila: *cuma bisa pingsan* duuh, jangan ibunya dong, yang kewl. kalo anaknya aja, gimana?? *wink* hahahaha.. :D

     
  • At Mar 8, 2009 1:21:00 AM, Blogger fikri.anggara said…

    ah feba, gw telanjang dada di depan ibu2 aja biasa ajah.. hihi...
    btw kok gw cuma dapet 2 kali undangan yah? jangan2 suratnya nyasar...

     
  • At Mar 15, 2009 4:55:00 AM, Anonymous madong said…

    yup,.. bener tuh, jadiin aza sebage latian..

     
  • At Mar 16, 2009 9:23:00 AM, Blogger gadisbintang said…

    fikri: halah, kalo di depan ibu-ibu mah gue juga 'gagah berani' :D btw, tuh ibu2 sakit, mungkin gara2 liat dada lo sehari sebelonnya ya!? :D tiga kali, fik. tiga kali. nggak sah kalo cuman dua kali. bisa dideportasi lo. hahahaha.. :D

    madong: gak bisa yang lain latiannya? :D

     
  • At Apr 4, 2009 1:18:00 PM, Blogger rizky said…

    sumpah terbatak2 gw ngebaacanya.
    hwahahaha... kalo gw mah rala aja difoto telanjang dada begitu...
    bener kata nyokap lo buat latihan!!
    hwaaa... tante rocks.. metaaaal.. Pop...!!

     
  • At Apr 13, 2009 1:42:00 PM, Anonymous ayay said…

    wakakakka
    hehe turut prihatin dan ngakak habis fe..
    hihihi bis gimana ya itukan daruroh, salah satu persyaratan fe' lagian org buat cek kesehatan ko fe,
    nggak usah di Belande sono, di JKT juga banyak lagi tes kesehatan yg harus maaf dibuka gitu, meskipun nggak sampe topless sih...

    btw pakabar neng?

     
  • At May 31, 2009 5:08:00 PM, Blogger NSB said…

    Udahlah P....

    Katanya mau membela persamaan gender...??
    Moso cowo doang yang bisa telanjang dada???
    Jangan berani ngaku2 feminis kalo gitu P...hehhehhehehehe!!!

     
Post a Comment
<< Home
 



Menanti Bintang Jatuh









Kerlip Lalu
Kerlip Inspirasi
Kerlip Makna
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu
sembilu hujanmu

-Tajam Hujanmu-
SDD
Kerling Mata
Web Counter
Get a Web Counter

Serbuk Bintang

http://edittag.blogspot.com
BLOGGER
Free Blogger Templates
Free Shoutbox Technology Pioneer