..Malam Berbintang..










Kerlip Sapa
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Kerlap-Kerlip
Semesta Lain
Serpihan Diri
Sunday, October 28, 2007
Sumpah Pramuka!
SUMPAH DEEEHHHH!
Saya janji, kalau semua paper ini udah beres, saya akan memanjakan diri sendiri dengan nulis dan blogging sepuasnyaaaa!!!
Two down, FOUR more to go!!
DOAKAANNN SAYAAAA..


*hampir gila di suatu malam yang busyet-dah*
cerita gadisbintang @ 6:29:00 PM   6 comments
Thursday, October 18, 2007
Here and Now

Sejak memutuskan untuk meninggalkan rumah, saya tahu, emosilah yang harus saya taklukkan. Saya yakin, kalau cuma hal-hal teknis, pasti bisa saya hadapi. Saya tak punya masalah dengan kemandirian. Saya bisa mengurus diri sendiri. Saya bukan anak manja. Saya tak punya masalah dengan kemiskinan: sudah terlalu sering saya tak punya uang. Saya juga tak punya masalah dengan makanan: semua bisa saya lahap. Soal cuaca yang selalu saya maki, saya pasti akan bisa beradaptasi. Pun saya tak punya masalah bersosialisasi: saya tak mudah untuk tidak menyukai orang lain.

Diri sendirilah musuh terbesar saya.

Kerinduan. Itu masalah terberat saya. Saya rindu orang-orang tercinta. Keluarga saya. Ibu saya yang seperti matahari. Ayah saya yang setenang danau. Dan adik saya tersayang yang terkadang menyebalkan. Saya rindu belahan jiwa saya: si perut besar yang tidak-romantis-tapi-sangat-manis itu. Juga sahabat-sahabat saya. Terutama Rika, teman menghabiskan malam-malam panjang nan absurd di sekitaran Kober.

Dan setelah perpisahan di bandara, setelah airmata saya tumpah di pelukan erat kekasih, setelah perjalanan lima belas jam penuh tarikan napas panjang, saya menuntut diri sendiri untuk tidak menangis. Saya tidak boleh cengeng.

Dan saya berhasil. Tidak menangis. Dua minggu pertama ini saya mengatur otak agar tetap here-and-now. Here-and-now. Itu yang saya butuh. Itu yang harus saya lakukan kalau tidak ingin tersiksa kerinduan. Maka, berjalanlah saya, melawan angin Oktober yang makin dingin. Memusatkan pikiran pada setumpuk bahan kuliah. Paper-paper. Ketertinggalan studi. Dan deadline terjemahan yang sama sekali belum sempat tersentuh. Sengaja tak menyisakan waktu untuk mengenang. Tak ada tempat untuk airmata. Hidup adalah here-and-now.

Dan saya berhasil.

Sampai malam ini.

Melankoli menyelinap diam-diam, lalu menghantam.

Saya kalah.

Dalam sunyi, saya menangis.

Here and now.

cerita gadisbintang @ 10:00:00 PM   4 comments
Friday, October 12, 2007
Sayang Siapa?

Saya sedang marah besar!

Merasa diperkosa. (Lagi-lagi) kecolongan. Ingin memaki.

KAMPRET!!!!!

*menarik napas sejenak*

Baiklah, jadi begini ceritanya...

Sebenarnya hal ini sudah saya ketahui beberapa minggu yang lalu. Dari berbagai e-mail terusan, dari selintas mencuri dengar pembicaraan orang. Silakan sebut saya tidak up-to-date, ketinggalan, atau apalah—saya tak peduli—tapi saya memang benar-benar belum sempat menelusuri buktinya. Sampai tengah malam ini.

Setelah menyelesaikan dan mengirimkan paper pertama ke dosen, saya berkelana di YouTube. Benar saja, ini yang saya temukan. Tak cukup, saya lalu mengecek situs ini. Dan saya langsung naik darah!

Setelah ngajak rebutan pulau, menyiksa TKW, mengakui keris dan batik sebagai karya mereka, sekarang lagu (sekaligus tag line) Rasa Sayang dipakai untuk kampanye pariwisata mereka?

SAYUR ASEM! KENTANG REBUS! TOGE GORENG!!!

Arrgggghhh....

*speechless karena marah*

PENIPU. PENYIKSA. PLAGIAT.

KAMPREETT!!!

Tolong, catat:

Mulai sekarang, saya akan benar-benar memasukkan Malaysia ke dalam daftar a-big-no-no.

Saya akan jauh-jauh dari segala hal yang berhubungan dengan negara tidak beridentitas ini. Saya tidak akan membeli produk-produknya. Atau melakukan apa pun yang akan menguntungkan mereka.

Sudah berkali-kali Malaysia melecehkan tanah air saya. Saya muak. Dan kesabaran saya habis sudah. Saya menyesal tidak memaki mereka terang-terangan kala Ceriyati muncul ke permukaan.

Sekarang, antiMalaysia adalah sikap politik saya.

Titik.

cerita gadisbintang @ 8:07:00 PM   5 comments
Wednesday, October 10, 2007
..Dan Di Sinilah Saya

…Dan di sinilah saya,

Memaki cuaca tiap lima menit. Mengigil kedinginan di balik jaket tebal dan tiga lapis pakaian. Menyambut hujan yang selalu mengejutkan. Mengejar matahari.

(Cuaca Oktober memang tidak terlalu ramah. Dingin. Berangin.)

…Dan di sinilah saya,

Dicekoki poskolonialisme dan posmodernisme dalam kelas. Susah payah memusatkan konsentrasi. Mencari padanan kata yang tepat. Menyusun pendapat. Mengejar ketertinggalan.

(Hari pertama kuliah, disodori banyak sekali bahan bacaan. Saya baru datang sebulan setelah kuliah dimulai. Kerja keras menanti. Sudah terbayang malam-malam dingin tanpa tidur. Perburuan teori analisis budaya di rak-rak perpustakaan. Saya harus berusaha. Saya harus bisa.)

…Dan di sinilah saya,

Semua orang berbicara sangat cepat. Bergerak sangat cepat. Dan saya menemukan diri saya menyerupai mereka: berjalan dengan langkah (se)panjang (mungkin). Seolah terburu-buru. Padahal yang ingin saya hindari hanya dingin.

Hidup adalah pilihan, begitu mereka bilang. Dan saya memilih untuk ada di sini. Mengumpulkan kepingan puzzle yang harus saya susun. Satu per satu. Perlahan.

…Mencari diri sendiri.

cerita gadisbintang @ 6:10:00 AM   4 comments
Saturday, October 6, 2007
24 Jam
Pangeran,
Dua puluh empat jam pertama ini
telah kukirimkan beribu pesan
lewat sang bulan.
Sampaikah?
cerita gadisbintang @ 1:05:00 AM   5 comments



Menanti Bintang Jatuh









Kerlip Lalu
Kerlip Inspirasi
Kerlip Makna
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu
sembilu hujanmu

-Tajam Hujanmu-
SDD
Kerling Mata
Web Counter
Get a Web Counter

Serbuk Bintang

http://edittag.blogspot.com
BLOGGER
Free Blogger Templates
Free Shoutbox Technology Pioneer