..Malam Berbintang..










Kerlip Sapa
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Kerlap-Kerlip
Semesta Lain
Serpihan Diri
Saturday, March 29, 2008
Marriage (in the movie) Before Sunrise

Sometimes I dream about being a good father and a good husband. And sometimes it feels really close. But then other times it seems silly, like it would ruin my whole life. And it's not just a fear of commitment or that I'm incapable of caring or loving because... I can. It's just that, if I'm totally honest with myself I think I'd rather die knowing that I was really good at something. That I had excelled in some way than that I'd just been in a nice, caring relationship.

(Jesse — Before Sunrise)



Saya jadi bertanya-tanya, apakah yang terjadi pada saya juga sama.

Ah..

cerita gadisbintang @ 1:48:00 AM   0 comments
Thursday, March 27, 2008
Waktunya Kerja Bakti

Inilah yang terjadi jika tiga manusia malas — ups.. maksud saya, dua manusia malas dan satu gadis SIBUK :P — tinggal dalam satu rumah.

Duh, kayaknya besok bakal ada kerjabakti besar-besaran, nih. :(

Ada yang mau bantuin, nggak?

*wajahmemelasmalas*

cerita gadisbintang @ 9:26:00 AM   0 comments
Wise Words From Mr. Luca Sorriso

“You, make your life complicated before you turn 30! So that later, you know how things work. You’ll understand more. Really. If you think your life now is complicated, then you’re on the right path.”



Yeah, sure!

Look at you, You Old Man!

Hahaha….



**Foto diambil ketika Ilmuwan Sinting ini sedang mengunjungi saya di Leiden.
cerita gadisbintang @ 12:49:00 AM   0 comments
Bersamamu (Sebuah Peninggalan Dangdut Si Petrik Yang Wajib Diabadikan)

Pagi tadi, bangun tidur dan menyalakan si Ncus*, lalu log-in ke Yahoo! Messenger, saya menemukan sesuatu yang membuat saya terbahak sekaligus berkaca-kaca. Seorang sahabat bodoh meninggalkan offline messages yang sangat mengharukan:


RikaRich ricka: Boob, aku merindukan memanjat pagar [kost-an, red] bersamamu..

RikaRich ricka: aku merindukan jalan-jalan bego di ITC bersamamu

RikaRich ricka: aku merindukan beli martabak keju tengah malam denganmu

RikaRich ricka: aku merindukan jam gembira [happy hours, red] sambil godain Pras bersamamu


RikaRich ricka: aku merindukan ngobrol bego ampe subuh denganmu

RikaRich ricka: aku merindukan belanja baju denganmu

RikaRich ricka: aku merindukan nonton denganmu

RikaRich ricka: aku merindukan naik ojeg ke tempat Om denganmu

RikaRich ricka: aku merindukan ke Kedai Cokelat denganmu

RikaRich ricka: aku merindukan berenang di BUYAT [Bumi Wiyata, red] denganmu, menjadi lumba2mu


RikaRich ricka: aku merindukan duduk2 bego di depan Margo malam2 denganmu

RikaRich ricka: Aku merindukan masa2 bodoh kita BOOOB

RikaRich ricka: Aku merindukanmu, Temaaann

RikaRich ricka: Bahkan... aku merindukan ke-ngaret-an lo.. [tolong jangan dipercaya, red]


RikaRich ricka: Oh ya, aku juga rindu melihat dasterku jadi kedodoran saat kau pakai

RikaRich ricka: Oooh melow sekali aku.. tapi aku memang sangat merindukan masa2 itu, teman



Ahhh, Petriikkkk..

Offline messages-mu murahan sekali.

Nggak ada romantis-romantisnya.

Apalagi puitis.

Tapi, aku juga merindukanmu dan masa-masa bodoh kita, Sayang!!

*mulaimewek*



*Perkenalkan, Ncus adalah panggilan sayang untuk si laptop tercintahh.

cerita gadisbintang @ 12:16:00 AM   6 comments
Sunday, March 9, 2008
Kepada Petrik di Bikini Batem

Dear Petrik,

Apa kabar engkau?

Ternyata sakit beneran, ya?

Si Bundel sempat mengirimiku imel, bilang kalau kamu sakit. Tapi kupikir, kamu cuma masuk angin biasa. Kebayakan begadang. Pegel-pegel. Terus minta dipasangin koyo kayak lansia. Atau, minta dikerokkin. Mirip tukang ojek yang semaleman cari penumpang. (Oh, aku rindu mereka!). Tapi hari ini, aku sempat chat sama Mr. O. Dia bilang kamu kena typhus. Hah? Beneran? :-O Lalu gimana kelanjutannya? Siapa yang menungguimu di sana? Uhh.. kasihan sekali kamu, Temanku. :(


Apa kabar Bikini Batem kita?

Kamu berpetulang sendiri, ya?

Benarkah makin sepi di sana?

Di sini, aku juga. :(


Tenang saja, Kawan.

Aku akan cepat pulang.

Biar kita bisa membuat dunia jadi batu (baca: rocking the world) lagi. ;)


Kamu cepat sembuh, ya.

Ai lop yu, Petrikk. :-*


Sahabatmu yang menyayangimu,

:x

-Spongbop-



PERMOHONAN:

Bagi Anda yang beredar di wilayah MDS (Margonjreng dan sekitarnya), tolong tengokkin Petrik (a.k.a Rika), dong! Kost-nya di Kober, dekat warnet Salak. Tanya aja ama Mas Warnet-nya. Pasti dia kenal Petrik. Maklum, biduanita Kober. :P

Jangan lupa, cek juga berat badannya. Jangan-jangan sekarang dia ceking kayak Nikol Rici. #:-S Terima kasih. :)

cerita gadisbintang @ 8:04:00 PM   5 comments
Tertidur di Minggu Siang

Minggu siang ini saya jatuh tertidur di sofa. Di ruang duduk, di sebelah jendela besar lantai tujuh Cruqland. Ditemani tumpukan buku yang niatnya akan dibaca. Tentu saja sebelum saya jatuh tertidur.


Ketika membuka mata, ponsel saya sudah menunjukkan pukul enam sore lewat sekian menit. Mendongak, langit terlihat muram. Walau belum benar-benar gelap. Sunyi. Dan semuanya membuat saya kembali jatuh rindu.


Saya rindu hari Minggu di rumah. Tak melakukan apa pun. Berbaring siang-siang di tempat tidur. Di kamar, di sebelah jendela yang menghadap ke teras kecil, tempat ayah saya melukis. Diam-diam membaca buku di sana. Sembari menikmati kicauan burung, aroma sawah, dan kehadiran Bapak di teras sebelah. Yang sedang melukis sembari bersiul-siul.


Lalu saya akan jatuh tertidur. Sembari tersenyum. Merasa aman. Dikelilingi suasana yang sangat saya kenal baik. Merasa aman. Karena tahu, saya bersebelahan dengan Bapak. Walau dari kamar, saya tak bisa melihatnya di teras sebelah. Dan dari teras, ia tak menyadari bahwa saya tidur di kamar sebelah.


Dan saya akan tertidur.

Sampai Ibu memanggil nama saya. Atau tiba-tiba sudah duduk di sebelah saya. Mengguncang-guncangkan tubuh saya, lalu mengeluarkan rentetan cerita tanpa henti. Kalau masih tak berhasil, ia akan mengelitiki saya. Saya akan berteriak-teriak. Lalu kembali terlelap.


Sampai mushola depan rumah mulai berisik.

Mengumandangkan shalawat menjelang Maghrib. Atau sekadar memutar kaset ceramah Zainuddin M.Z. yang sudah saya hafal di luar kepala. Saking seringnya disetel.


Lalu saya akan terbangun. Misuh-misuh. Beranjak ke teras. Bapak sudah tak ada di sana. Tapi burung-burung dan sawah masih setia. Juga sungai kecil yang kadang kering itu. Saya akan berdiri di balkon. Menghela napas sembari memandang langit yang menjingga.



Dan merasa aman.

Ya. Merasa aman.

cerita gadisbintang @ 7:33:00 PM   2 comments
Saturday, March 8, 2008
Resep: Marah Ketika Lapar, Lapar Ketika Marah

Sedang merasa sangat marah? Kesal karena lift rusak padahal Anda tinggal di lantai tujuh dan harus buru-buru ke kampus saat pagi masih buta? Atau baru saja bertengkar dengan teman serumah Anda cuma gara-gara cucian yang belum sempat dijemur? Kalau begitu, silakan coba resep yang satu ini:


Ayam Jamur Penghapus Amarah


Bahan:

  • Segumpal besar rasa kesal yang amat sangat
  • Sisa ayam kemarin yang sebelumnya sudah direbus dengan bumbu seadanya
  • Sisa jamur segar yang baru dibeli dari pasar
  • Bawang Bombay sesukanya
  • Bawang Putih seputih-putihnya

Bumbu:

  • Koleksi kata-kata makian dalam berbagai bahasa
  • Sambal Oelek nan sakti di setiap kesempatan
  • Kecap manis walau merk-nya bukan ABC
  • Garam nggak penting yang sumpah-kagak-asin
  • Bumbu-bumbu nggak signifikan yang ada di lemari dapur, seperti lada hitam dan ketumbar bubuk. Kalau Anda punya yang lain, silakan keluarkan juga.

Lain-lain:

  • Minyak: mau minyak goreng, minyak biji matahari, minyak olive, minyak kayu putih, terserah!
  • Margarin atau mentega (sebenernya, apa bedanya sih, margarin ama mentega? Nggak penting banget! Bikin tambah kesel aja, deh!)
  • Wajan atau panci. Suka-suka Anda-lah, saya mah nggak peduli!
  • Sodet, atau telapak tangan jika Anda memang menguasai debus.
  • Pisau dan tatakannya, kalau perlu. Kalau Anda lebih suka mengunyah bawang sebelum digoreng, pastikan Anda sudah sikat gigi. Itu yang penting.


Cara Memasak:

  • Pisahkan rasa kesal yang menggumpal dalam bulatan-bulatan kecil per kasus, seperti LIFT MATI, JEMURAN, ASISTENSI NYEBELIN, BANYAK TUGAS, TESIS YANG NGGAK JALAN-JALAN, dan BULE SIALAN.
  • Panaskan minyak. Tunggu sampai minyaknya sepanas hati Anda.
  • Setelah sama panasnya, goreng bulatan-bulatan kekesalan dan ayam rebusan sembari terus dibolak-balik. Usahakan agar ayam tidak terlalu matang digoreng. Yaah, cukup sampai kenyal-kenyal gimanaa gitu.
  • Sementara menunggu si ayam kenyal, hajar Jamur, Bawang Bombay, dan Bawang Putih sampai bonyok. Jangan lupa tambahkan maki-makian terciamik dalam bahasa Belanda. (Jangan gunakan Godverdomme atau Verschrikkelijk karena sudah usang. Pilihlah kata-kata seperti Kut, Wat een lul, Shit, dan Klootzaak karena jauh lebih trendi. Ingat, dalam keadaan apa pun, kita harus tetap terdengar gaya.).
  • Setelah ayam terlihat setengah matang (atau tiga per empat, sesuai selera), angkatlah potongan ayam tersebut, lalu tiriskan. Jangan lupa cela-cela si ayam. Sepertinya ia tak akan keberatan dikatain Ayam Kampus. Makin lama Anda memaki, makin baik.
  • Panaskan margarin, sesuai suhu hati Anda yang mungkin sudah agak mendingin. Masukkan Bawang Putih, lalu Bawang Bombay. Aduk irisan bawang tersebut dengan makian dari Indonesia. Ingat, pilih yang terkini dan terpercaya. Anda juga bebas menambahkan nama orang di sini. Kalau yang dimaki bule, toh dia juga nggak bakal ngerti. (Kecuali kalo si Bule belajar bahasa Indonesia. Aarrgghh!!).
  • Setelah harum kata-kata makian tercium, tambahkan sesendok atau dua sendok (sesuai selera) Sambal Oelek. Suasana hati yang sudah tenang bisa dipastikan ‘menghangat’ kembali akibat aroma sambal yang membuat mata Anda pedas.
  • Setelah sambal dan bawang tercampur dengan baik, tambahkan kecap manis. Pejamkan mata dan bayangkan bahwa Anda sedang mengucurkan kecap ke wajah orang yang membuat Anda kesal. Lakukan dengan sepenuh hati, sembari berteriak, “Monyeeetttt.”
  • Aduk semua bahan biadab yang telah tercampur di wajan, tambahkan sedikit air, lalu garam, ketumbar, dan lada bubuk. Walau Anda tak tahu fungsi ketiga benda itu, setidaknya sensasi melempar-lempar bumbu ke dalam wajan akan membebaskan Anda dari emosi yang tertahan.
  • Ceburkan para Ayam Kampus dan Jamur Bonyok ke dalam lautan hitam tersebut. Aduk-aduk sembari mengucapkan istighfar untuk menghapus dosa. Terus aduukk, pejamkan mataaa. Tarik napaasss. Tahaaaannn. Hembuskaann lagiii. Hitung sampai sepuluuhh. Dan selesai!

Tips:

Sekarang, ayo makan! Menu ini sangat ciamik jika dikombinasikan dengan nasi hangat. Ya, begitu. Ayo, nambah lagi. Sepiring, dua piring, tiga piring. Tapi awas! Jangan mengulang kesalahan saya: menghabiskan semuanya untuk makan siang. Karena niscaya, Anda akan terserang virus kesal yang sama seperti sebelum memasak. Panik dan baru nyadar: “Kampreett!!! Ntar malem gue makan apaaa????”

Wassalam.

cerita gadisbintang @ 8:14:00 PM   7 comments
Monday, March 3, 2008
Potret Yang Indah, Ulangnya Sekali Lagi

Mereka berjalan beriringan melintasi setapak kecil. Cuaca sangat cerah. Ia bisa merasakan hangatnya matahari di bulu mata. Di sebelahnya, seseorang berusaha berjalan perlahan. Mengikuti ritme langkahnya yang tak secepat miliknya.


Musim dingin berlalu sudah, katanya. Ya, walau tanpa salju, jawabnya muram. Ia tertawa. Memandangnya. Lalu berbisik, kamu cantik. Sekarang, pipinya yang menghangat. Dan ia tahu, bukan karena matahari.


Dari kejauhan sepasang kakek-nenek melangkah ke arah mereka. Berdua. Bergandengan tangan. Erat sekali. Ia tersenyum. Mooi beeld, gumamnya. Di sebelahnya, seseorang menyetujuinya. Ya, potret yang indah. Mereka melambat, memberi jalan pada kakek-nenek. Sang kakek tersenyum. Lalu berseru sembari menepuk bahunya. Laat haar maar nooit los, jongen!


Ia mendongak. Mendapati senyum tersipu di sana. Menggemaskan. Ia menggigit bibir. Menunduk. Ikut tersipu mendengar kalimat itu.


Laat haar maar nooit los. Never let her go.


Ia kembali menatapnya. Ia pura-pura tak menyadari. Terus menunduk. Tak ada yang bisa dikatakan. Kata-kata tak akan pernah cukup membungkus kupu-kupu di dadanya.


Mereka terus berjalan. Melintasi setapak kecil di sebelah danau. Lalu kembali menoleh. Menatap pasangan kakek-nenek yang baru lewat.


Ya, potret yang indah, ulangnya sekali lagi.

cerita gadisbintang @ 10:21:00 PM   2 comments



Menanti Bintang Jatuh









Kerlip Lalu
Kerlip Inspirasi
Kerlip Makna
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu
sembilu hujanmu

-Tajam Hujanmu-
SDD
Kerling Mata
Web Counter
Get a Web Counter

Serbuk Bintang

http://edittag.blogspot.com
BLOGGER
Free Blogger Templates
Free Shoutbox Technology Pioneer