..Malam Berbintang..










Kerlip Sapa
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Kerlap-Kerlip
Semesta Lain
Serpihan Diri
Tuesday, August 26, 2008
Women and Technology
Baru dua menit saya posting, versi terbaru nan ciamik dari Mr. Dutchie sudah menghampiri inbox saya.

Disertai yang satu ini:



Yes, Dutchie...
You may shout your fave phrase out:

Women and technology!!! :

PS: For those feminists out there, don't take it personally. It's just me thanking Mr. Dutchie. Mungkin harus diganti ya: Feba and technology! :P Hahahaha...
cerita gadisbintang @ 10:53:00 AM   1 comments
Deadline dan Daftar Isi

Jadi ceritanya, tesis saya sudah selesai.

Sudah di-approve dari minggu kemarin.

Syukurlah.

Idealnya sih, begitu di-approve, saya harus cepat-cepat menyusun versi definitifnya. Lalu mengatur jadwal sidang dengan ‘oknum-oknum’ terkait. (Iya, di sini, mau sidang aja harus ngurus semuanya sendiri, dari mulai ngehubungin Pembimbing dan Pembaca Kedua untuk menyesuaikan jadwal sidang, minta surat ke sekretaris jurusan buat Universitas, sampai ngehubungin sekretariat buat memesan ruangan. Ribet.)


Singkat cerita, untuk merayakan kemerdekaan diri dari tesis (ngomong-ngomong, di-approve-nya sehari setelah kemerdekaan Indonesia, loh. Gile, simbolis sekali ya! Hahaha..), saya langsung ‘berpesta-pora’ sampai lupa diri: jalan-jalan dan bersenang-senang.


Seperti biasa, Mr. Dutchie mengawasi dari kejauhan, sibuk mengingatkan saya untuk kembali ‘ke dunia nyata’. Seperti biasa juga, saya cuma iya-iya saja. Sampai kemarin, ketika menerima e-mail dari Pembaca Kedua yang bilang kalau ia sudah harus menerima versi definitif tesis saya hari ini. Seperti biasa lagi, saya panik dan langsung ngebut. Iya, klise. Kaset baru, lagu lama. Saya tahu.


Gobloknya, saya lupa kalau saya benci banget urusan teknis begini. Ngurusin hal-hal kecil dari mulai ngerapiin catatan kaki, membaca ulang untuk ngecek ejaan dan istilah satu persatu, sampai bikin Daftar Pustaka. Duh, maleess. Mana lagi (sok) nggak enak badan pula, gara-gara lima hari (!) berturut-turut ‘terbang’ ke sana-ke mari.


Kemarin, sejak menjelang siang saya sudah rusuh menyusun versi definitif. Sorenya, ketika ponsel berbunyi, Mr. Dutchie lagi-lagi meringankan beban: “Kamu susun aja yang rapi, yang teliti. Hal-hal teknisnya — dari catatan kaki sampai Daftar Isi — biar saya yang rapiin.” Oh..oh.. tawaran semacam ini mana bisa saya tolak. Alhasil, semalam saya kirim si versi setengah matang ke Mr. Dutchie. Pukul dua belas malam, versi ciamiknya sudah kembali ke pelukan saya.

“Cek lagi, kali aja masih ada yang salah,” saran Mr. Dutchie.

Dasar perfeksionis.

Akhirnya saya turuti permintaannya. Dan ternyata… memang masih banyak yang salah! Saya kurang teliti menyusun referensi dan catatan kaki. Gawat ini. Terpaksa saya cek lagi satu per satu.


Di tengah pekerjaan cek dan ricek itu, entah apa yang terjadi, yang pasti lay-out manis yang sudah dikerjakan Mr. Dutchie tiba-tiba kembali berantakan. Dan sumpah mampus, sebut saya dodol, saya nggak bisa ngebenerinnya! Bukan apa-apa, si Mr. Dutchie itu suka kerajinan, sih. Ngapain coba segala pake Page Break, Table of Content, dan segala macem teknologi Word yang saya nggak paham!? Apa susahnya sih, enter-enter aja? Kan penampakannya juga samaaaa. *membeladiri-mode: on*


Saya lirik jam dinding, hiyaaa… hampir jam tiga pagi! Mana mungkin saya nelepon Mr. Dutchie cuma buat ngasih tau kalo saya udah ngerusakin mahakarya-nya? Akhirnya, saya SMS. Lalu terus mengecek apa yang bisa saya cek.

Pagi-pagi, ponsel berbunyi: Mr. Dutchie.

“Apanya lagi yang berantakan?”

“Daftar Isi.”

“Emang kamu apain?”

“Nggak tahu.”

Di seberang sana, ia menarik napas panjang. Lalu mengeluarkan frase favoritnya: “Yeah, women and technology!”

Saya yang biasanya ngomel tiap kali ia mulai nyebelin begitu, kali ini cuma bisa merengut-rengut nggak jelas.

Okay, then, send me the newest version.”

Nooo.. you have to work, remember?”

“Oke, kalau begitu. Coba kamu liat daftar isinya.”

Yes, Captain.”

“Klik sampai teks-nya jadi abu-abu.”

“Udah.”

“Klik insert, reference, terus klik…”

“Apaaaa??? PELAN-PELAN! Remember, I’m a blonde and a foreigner. Enak aja nyerocos pake bahasa Belanda!”

“Okee... jadi...”

Ia kembali mengulang instruksi. Tapi, seperti yang diperkirakan, yang terjadi malah dialog semacam ini:

“Yaahhh, error. Ilang semuaaa.” *panik*

“Kok bisa? Kamu nge-klik apa?” *nada nggak ngerti*

“Menurut kamu apaaa?” *mulai emosi*

You followed my instructions, right?” *mulai nggak sabar*

“Ya iyalaaah. Masak ya iya doongg. Kan belah duren, bukan bedong duren!” *frustasi*

“Apaaa???” *emosi beneran gara2 disautin pake bahasa alien*



Dua puluh menit kemudian, setelah dua kali mengulang instruksi, berdebat layaknya suami-istri yang sudah tiga puluh tahun menikah, dan akhirnya gagal lagi, kami menyerah.

“Udah, buruan kirim lagi!” *putus asa*

“Iya, deh!” *tak kalah putus asa*

Saya lalu meng-attach si file ke e-mail.

By the way,” potongnya. “What time did you go to bed last night?”

I haven’t slept.”

At all?”

Yes.”

No!”

Yes. Why do I have to lie?” *emosi lagi*

No. You don’t have to lie. YOU HAVE TO SLEEP.”

Ah, jawaban khas Mr. Dutchie.

And you have to work!”

Where’s the file? Kamu tidur! Jam berapa kamu harus kumpulin tesis ini?”

As soon as possible.”

“Dasar. Women and technology!”


Jadi, begitulah…

Saya belum tidur.

Deadline saya tinggal dua jam lagi.

Sementara Mr. Dutchie sibuk membereskannya di kantor, apa lagi yang bisa saya lakukan selain blogging?

Hahahahaha….

cerita gadisbintang @ 9:32:00 AM   3 comments
Wednesday, August 13, 2008
Lebih Galak Dari Pembimbing Tesis

Pagi ini saya panik. Pasalnya, hal pertama yang saya temukan di inbox dalam keadaan setengah sadar adalah e-mail dari Pembimbing Tesis: menagih bab terakhir yang belum juga saya kirim, plus memperingatkan kalau paling lambat saya harus mengirimkannya akhir pekan ini. :-O Padahal, sumpah mati tujuh turunan, belum satu kata pun saya ikat di atas kertas. :((


Jam makan siang, ponsel saya berbunyi: Mr. Dutchie. Telepon singkat yang biasanya cuma jadi wekker yang berbunyi “come on, out of your bed!” atau “are you doing fine with your thesis?” kali ini saya sambut dengan nada panik penuh pengaduan. :-SS


Sayangnya, saya lupa. Discipline is his middle name. Mendengar saya hampir ditabrak — bukan lagi dikejar — deadline malah membuatnya jadi ‘kejam’.

When do you have to submit this chapter?”

“Yaa... as soon as possible.”

And how soon is ‘as soon as possible’?”

SIALAN.

Saya mulai menghitung-hitung. Semua bahan sudah saya baca. Tinggal nulis. Ngebut.

“Hmmm… paling lambat Jumat, deh!”

No. Tonight.” [-X

What? Tonight???” =;

Yes. At 10.” :-w

Dan ketika saya protes, ia cuma menjawab tenang, “You don’t have much time left, and I still want to proofread your writing before you submit it. So, send it to me tonight.:((


Dan begitulah. Atas nama profesi proofreader yang disandangnya selama saya menulis tesis, ia berhasil memaksa saya mencabut kabel internet dan benar-benar bekerja. Ia memberi tekanan yang memang saya butuhkan tiap kali mengerjakan sesuatu. :-B


Saya tahu, saya tak akan bisa menyelesaikan dua puluh halaman analisis berbahasa Belanda ini dalam waktu hanya sepuluh jam. Dan saya benar. Pukul sepuluh tadi, baru setengah bab yang berhasil saya tulis. Saya mengirimkannya ke Mr. Dutchie, diiringi pesan singkat kalau sisanya akan ia terima esok.


Saya lalu meraih ponsel, menghubunginya.

Dari seberang sana, sebuah suara berat terdengar.

Saya hampir ngakak. =))

Are you sleeping?”

“Hmmm.” (:|

Cekikikan saya tak bisa ditahan. Mr. Dutchie ketiduran. Ha! BAGUS! YEEYYY! :D/

Sleep tight then. Sorry to wake you up.”

But your…

Ssshhh, tomorrow.”

Ia tidak bersuara lagi. Saya tahu, ia kelelahan.


Sekali lagi saya kirim pesan singkat via e-mail: berterima kasih. Kalau ia tidak memaksa, saya yakin setengah bab yang telah saya tulis tidak akan lahir malam ini. :D


Syukurlah ia ketiduran, berarti malam ini saya bisa nge-blog dulu, dong.

Hahahahaha…. :D/

cerita gadisbintang @ 11:22:00 PM   7 comments
Saturday, August 9, 2008
Diam-diam..

..Ia telah membuat riset kecil-kecilan tentang Jakarta dan Indonesia. Mengumpulkan data lewat Google dan Wikipedia. Lalu mengejutkan saya dengan pertanyaan tentang lapangan pekerjaan dan kebijakan pemerintah.


..Ia juga rajin mampir ke blog ini. Walau bahasa Indonesia yang dimengertinya baru sebatas ‘rendang’, ‘pasar malam’, ‘bintang’ dan frase standar aku sayang kamu. Diam-diam ia kopi tulisan saya dengan rapi, lalu bekerjasama dengan transtool yang banyak bohongnya untuk membuat saya shock dengan komentar tentang beberapa posting.


Ah, sungguh.

Diam-diam saya tersanjung.




PS: Yes, Dutchie… this is about you. Go use your transtool again. Haha..

Slaap lekker! Hihihihi...

cerita gadisbintang @ 11:18:00 AM   10 comments
Saturday, August 2, 2008
Kemarin..
..ia meminta saya untuk tetap tinggal.
Dan hal itu tiba-tiba jadi alasan terbesar untuk tidak pergi.
cerita gadisbintang @ 10:54:00 PM   6 comments
Friday, August 1, 2008
Tunggu Saya!


Tesis saya hampir selesai.
Tinggal satu bab lagi.

Tunggu saya!
Saya punya banyak cerita.
Yayayayaya???
Hihihihihi..
cerita gadisbintang @ 12:16:00 AM   2 comments



Menanti Bintang Jatuh









Kerlip Lalu
Kerlip Inspirasi
Kerlip Makna
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu
sembilu hujanmu

-Tajam Hujanmu-
SDD
Kerling Mata
Web Counter
Get a Web Counter

Serbuk Bintang

http://edittag.blogspot.com
BLOGGER
Free Blogger Templates
Free Shoutbox Technology Pioneer