..Malam Berbintang..










Kerlip Sapa
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Kerlap-Kerlip
Semesta Lain
Serpihan Diri
Sunday, September 21, 2008
Kehilangan, lagi..
Sejak kemarin mood saya tiba-tiba berubah drastis. Entah mengapa. Tanpa alasan, saya merasa sangat sedih. Airmata tak bisa berhenti mengalir. Tadinya, hormon yang saya salahkan: stress, kelelahan, PMS, homesick, dan seribu alasan masuk akal lain yang masih bisa dijajarkan untuk menghalalkan airmata.


Menangislah saya.
Sesunggukan.
Sepanjang malam.

Pagi ini, mata saya bengkak, serupa mata Garfield.

Namun ternyata persediaan airmata saya belum kering.
Seharian, ia mengalir kembali.

Dan ketika tiga jam lalu layar ponsel saya menampilkan sebuah SMS dari Ibu, saya cuma bisa mematung. Terdiam. Semua terasa seperti mengambang. Hari ini, hal yang paling saya takutkan terjadi juga: ribuan kilometer jauh dari rumah, saya menerima berita kematian.

Aji Utomo, sepupu saya, meninggal dunia.
Salah satu sepupu kesayangan saya. Ia hanya setahun lebih tua dari Fajar, adik saya, dan saya menyayanginya sama seperti saya menyayangi Fajar. Saya rasa, ia juga sangat menyayangi saya. Ia memanggil saya ‘Kakak’, persis seperti Fajar memanggil saya. Padahal, sepupu-sepupu lain biasanya menyebut saya ‘Mbak’. Mungkin baginya, saya adalah kakak yang tak pernah dimilikinya. Sedangkan bagi saya, ia adalah adik kedua. Saya selalu merasa, saya juga bertanggung jawab atasnya, sama seperti saya bertanggung jawab atas Fajar.

Sejak semalam, saya menangis sesunggukan. Tanpa sebab. Tadinya, hormon yang saya salahkan: stress, kelelahan, PMS, homesick, dan seribu alasan masuk akal lain yang masih bisa dijajarkan untuk menghalalkan airmata. Tapi, mungkin, airmata saya mewakili semacam intuisi. Perasaan saya yang tiba-tiba tak karuan seolah jadi pertanda. Bahwa di belahan bumi bagian lain, sesuatu terjadi pada seseorang yang saya sayangi.
Mungkin.

Ah, sekali lagi saya kehilangan adik.
Innalillahi wa innailaihi rajiun.
cerita gadisbintang @ 7:45:00 PM   3 comments



Menanti Bintang Jatuh









Kerlip Lalu
Kerlip Inspirasi
Kerlip Makna
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu
sembilu hujanmu

-Tajam Hujanmu-
SDD
Kerling Mata
Web Counter
Get a Web Counter

Serbuk Bintang

http://edittag.blogspot.com
BLOGGER
Free Blogger Templates
Free Shoutbox Technology Pioneer