..Malam Berbintang..










Kerlip Sapa
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Kerlap-Kerlip
Semesta Lain
Serpihan Diri
Wednesday, June 24, 2009
Apaaaa, Haijek? (Haiii juga..) ;p
Aaarrgghhhh..

Setelah mengumpulkan kekuatan bintang dan agak sedikit sembuh dari keterkejutan, akhirnya saya bisa kembali menyentuh blog ini. Tadinya, mah, beuuuu.. agak trauma nyentuh kibort gara-gara baca postingan tanpa izin milik Mr. Dutchie. *lebay*

Tapi, toloongg yaaa.. saya mau meluruskan sedikit mengenai posting narsis Mr. Dutchie di blog ini. (btw, Warta Berita banget nggak kalimat barusan? Hahahaha..) Booowwkkk yaaa.. He is indeed so sweet, romantic and all. And yes, when he is with me, he does cook, clean and everything (sekarang Anda mengerti kan, kenapa saya memacarinya? Hahahaha.. *kedip-kedip mesum ke Mr.Dutchie biar dia nggak marah*) .

Waktu saya sakit kemarin, he even bought me a Teddy Bear to "watch over me when I slept." (Geli nggak lo!? Ahahahaha..). Yes, yes and yes.. he's a very very very good boyfriend,
tapiiiiiiii yaaa.. yang belum diketahui umum adalah DIA ITU KADANG NYEBELIN BANGET!!!!

*****

Contoh kasus:

Saya sempat 'bermasalah' waktu nyari kosan baru. Di Belanda yang sempit ini emang susyaahh banget cari tempat tinggal, apalagi kamar kosan. Deeuuhh, pegel deh!
Nah, singkat kata, setelah berpindah-pindah dari satu kamar ke kamar lain, suatu hari saya punya kunci TIGA kamar sekaligus. Mantap nggak, tuh!? Sori, bukan tajir bukan sombong, masalahnya ketiga kamar itu punya status masing-masing, yaitu:
1. Kamar Cruquiuslaan -Leiden yang sudah tidak bisa ditinggalin karena kontrak habis, sementara si kembar pemilik rumah masih ngayeng ke Asia dan belon pulang ampe gini hari.
2. Kamar di Hilversum, yang cuma selemparan beha dari kantor. Waktu itu masih saya jagain sambil pindahan ke kamar baru.
3. Kamar baru yang diidam-idamkan di Haarlemmerstraat - Leiden. Waktu itu masih belum bisa ditinggalin karena saya belon pindahan.
Nah, sekarang silakan bayangkan sendiri berapa kunci yang ada di tas saya: tiap kamar punya minimal empat kunci (pintu gerbang, pintu rumah, pintu kamar, pintu gudang). Dan waktu ngeliat saya punya serencengan kunci begitu, tahukah Anda apa yang dikatakan pacar tercinta saya?
"Baby, kamu kok kayak janitor, sih!?"
Coba bayangiiiinnn, emang saya ada potongan Satpam?
Dan ketika saya protes, "Ih, what kinda boyfriend are you, ngatain pacarnya sendiri mirip janitor
?"
Dengan kalem dia jawab: "An honest one."
Eh, Mas Londo, tolong ya, catet! Bedanya jujur ama ngeselin itu tipis!

*****

Jadi coba, yang masih percaya Mr.Dutchie is a very very very good boyfriend, ngacung!
*tengok kanan-kiri dan mengangguk puas karena nggak ada yang nunjuk tangan*
Hahahahahaha...


Ps: Sayang, walau kamu kadang nyebelin, aku cinta kamu, kok. Kalau datang ke Leiden lagi, kamu masak, ya! Oh, iya.. saluran air di dapur juga agak tersumbat, tuh! *pasang tampang merayu menjijikkan* Hahahaha..
cerita gadisbintang @ 10:30:00 PM   2 comments
Saturday, June 20, 2009
This is a hijack
Hello friends from Indonesia,

This is Mr. Dutchie, I have taken over this blog because Feba, my wonderful girlfriend, is ill (physical, not mental...although...).

I will take this opportunity to say that I am a very very very good boyfriend. I cook, I clean, I change light bulbs, I construct Ikea furniture, I vacuum the carpet, I iron clothes while Feba mostly sits back and checks her email, blog and other people's blogs.

For those of you who are still in doubt over the correct version of Bintang Kecil: 'my' version is obviously the right one. How could you doubt that???

I welcome you all to reply to this blog message.

Best to you all,

Mr. Dutchie



PS: Feba darling get well soon!
cerita gadisbintang @ 2:28:00 PM   8 comments
Wednesday, June 17, 2009
Whazzuuuupp, Cicak? *sok asik mode: on*
Hah!
Kalau Anda pikir saya sudah pinis (maksupnyah kelar gituh!), Anda salah besar! I'm back, beiyybihhh!!

Terimakasih, Tuhan, saya masih diizinkan menyentuh blog ini. *tariknapaspanjang* Bukan sombong, bukan malas, tapi hidup saya akhir-akhir ini mirip marathon yang nggak jelas finish-nya di mana. *tariknapaspanjanglagi*

Tapi, syukurlah, terimakasih Uswah yang tiba-tiba menunda deadline editan sampai tahun depan *jogetjogetdangdut* dan terimakasih pacar yang terus-menerus mendesak saya untuk kembali menapakkan jemari di blog ini walau ia sebenarnya tidak, uhm.. maksup saya belum, mengerti benar kata-kata biadab yang saya torehkan di sini (kayaknya sih, dia begah aja kali saya intilin mulu!) daann.. terimakasih makhluk gila nan cacat pencinta honda jazz (boleh disebutin warnanya, nggak?) yang berhasil membuat saya geli-geli gatel untuk kembali menulis dengan segala pujian tak berotaknyah. Ailopyu ol!! *ini kenapa jadi sok Oscar beginih, sih!?*

Seperti biasa, sebagai pemanasan, saya hobi ngalor-ngidul ke sana-ke mari. Dan BERITA TERPENTING yang bisa dan harus saya bagi di sini adalah... eng, ing, eng... bulan September, tepat sehari sebelon lebaran, sampai pertengahan Oktober SAYA MUDIK!!! *bahagia, senyum sampai kuping* Senaaangggg!!! Ini artinya, hari-hari indah di Margonda bisa diputar ulang (Bayu, Rika.. MARII!!!) sekaligus MAKAN ENAK, TIDUR NYENYAK, dan berharap dimanja di rumah karena sudah dua tahun nggak menginjakkan kaki di persawahan Setu. Ohh, can't wait!!

Ngomong-ngomong, meneruskan kisah soal belajar Bahasa Indonesia, perkembangan Mr. Dutchie sedang terhambat, nih. Kayaknya sih dia kekurangan energi dan waktu buat serius belajar gara-gara sibuk banget di kantor. *membelapacar* Tapi, saya yang jenius ini tentu saja punya cara biar dia tetep keracunan Indonesia: lagu anak-anak!

Bulan lalu saya saksyeess mengajari Cicak-cicak di Dinding. Walaupun tadinya agak bikin esmosi karena Mr. Dutchie nyanyinya: Cicak-cicak DINGDINGDING, toh akhirnya lidah londo-nya bisa dilurusin. Saking fanatiknya, tiap ada kesempatan (dan kampretnya, kesempatannya BANYAK BANGET) Mr.Dutchie selalu ngajak saya paduan suara nyanyiin Cicak-cicak di Dinding. Bowk, ya... sekali, dua kali, tiga kali, sih, oke aja duduk manis di sadel belakang sepeda sambil nyanyi lagu kurang indah itu. Tapi kalo terus-terusan... kan mual juga.

Akhirnya, minggu lalu saya perkenalkan ia pada lagu terbaru: Bintang Kecil. Setau saya, begini nih, liriknya:

Bintang kecil di langit yang biru
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan melayang
Jauh tinggi
Ke tempat kau berada

Baru lima menit diajarin, Mr. Dutchie udah protes, "Babe, mana bisa 'langit yang biru'?"
"Emang kenapa?"
"Kalo langitnya biru, mana mungkin bintangnya kelihatan?" katanya sambil menunjuk langit cerah siang itu.
Hal pertama yang muncul di kepala saya: iya juga, ya.. mungkin ini bedanya pola pikir kritis dan nrimo.
Toh, saya yang NGGAK PERNAH mau kalah ini harus membela diri. Akhirnya yang terlontar adalah: "Yee, jangan protes, dong! Kan maksudnya biru donker!"
Dan perselisihan pun tak bisa dihindari.

Masalah belum selesai, Sodara-sodara! Pacar saya yang kritis dan suka sok tau itu ternyata berpegang teguh pada prinsip cek dan ricek. Suatu hari, di tengah jam kerja, ia mengimel saya cuma buat protes: ia baru saja meng-google Bintang Kecil dan lirik lagu yang saya kasih ternyata beda sama yang dia temuin. Serius. Emang penting banget tuh orang! Nggak percaya? Nih, saya kasih potongan imelnya:

--------------------------------
Trouwens, ik heb de tekst opgezocht van Bintang Kecil:
bintang kecil, di langit yang tinggi (<-- niet biru, maar tinggi)
amat banyak, menghias angkasa
aku ingin, terbang dan menari <--
jauh tinggi ke tempat kau berada
--------------------------------

Jadi ya, Sodarah.. sampe sekarang dia masih kekeuh-sumekeuh kalo langitnya tinggi dan bukan biru. Masalahnya, seinget saya, liriknya itu 'langit yang biru', lagian nggak seru banget kalo 'langit yang tinggi' - di baris terakhir pan udah ada 'jauh tinggi'! Masak diulang!? Nggak kreatip! Huh!

Satu lagi, yang bener itu 'terbang dan menari' atau 'terbang dan melayang' sih? Menurut saya sih, melayang. Kan lebih cocok gituh disandingin sama 'terbang'. Iya, kan? Kan, kan, kan? (Walau kebenarannya agak meragukan, mengingat saya nggak TK).

(Dan baru aja saya googling, sayang nggak dapet situs yang meyakinkan. Ada yang bisa bantu soal lirik lagu ini!? Pliiisss..)
cerita gadisbintang @ 10:36:00 PM   7 comments



Menanti Bintang Jatuh









Kerlip Lalu
Kerlip Inspirasi
Kerlip Makna
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

deras dinginmu
sembilu hujanmu

-Tajam Hujanmu-
SDD
Kerling Mata
Web Counter
Get a Web Counter

Serbuk Bintang

http://edittag.blogspot.com
BLOGGER
Free Blogger Templates
Free Shoutbox Technology Pioneer